Futuristik


Hal yang paling nggak pernah terlintas dikepalaku adalah keinginan untuk menjadi artis atau perawat. Nggak seperti teman-temanku yang lain, saya nggak pernah berkeinginan untuk menjadi artis terkenal dan dipuja-puja banyak orang. Kenapa? Mungkin, karena sejak kecil saya sudah jadi center of attention. Diantara saya bersaudara, saya yang paling "badut panggung". Dari satu panggung ke panggung yang lain, saya tampil berdeklamasi, berpuitisasi, teaterikal, dan pidato sana-sini. Sampai pada satu titik saya ingin melakoni peran seseorang yang terlupakan, terabaikan. Dan, disinilah saya sekarang, yang masih saja berkeinginan untuk bisa menuliskan kalimat: I AM NO MORE.

Lalu, perawat, bidan, dan sebangsanya. No way. Saya, paling anti dengan rumah sakit. Mencium aroma rumah sakit membuat saya lemas dan sakit kepala. Sejak kecil, saya paling anti dengan rumah sakit. Jangankan opname, menjenguk orang sakit di rumah sakit saja saya nggak pernah mau. Saya merasa sakit sendiri kalau berada di rumah sakit. Pun, saya takut dengan darah dan jarum suntik. Saya selalu mensugesti diri kalau saya ini kuat dan sehat, anti rumah sakit. Semoga hingga menutup usia nanti, saya tetap bisa menjadi orang yang anti rumah sakit. Saya ini kuat seperti beruang kan... :)

Maka hari ini, saya nggak menjadi artis nor perawat. Akan jadi apa saya kedepannya? Saya mengingat sebuah kalimat, DON'T GAZE YOUR FUTURE SADLY (build up the world by spirit of takwa)...

Iya, saya akan tenang-tenang saja menyambut masa depan saya. InsyaAllah yang terbaik :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentarnya masuk kotak penampungan dulu ya...

Just make sure saya baca satu persatu :-)