I Wanna I Wanna


Wih,,, saya masih kebawa euforia kemarin nih. Saya bener-bener pengen ngedapetin ini. Pengennnnnnnnnnnnn ;-)

Padahal saya udah punya rencana-rencana. Padahal saya udah mengukir janji-janji. Tapi, tiba-tiba saja, keinginan yang kemarin sempet terpendam, kini muncul secara massiv. Menyeruak dan begitu hebat meminta dipenuhi. Mungkin ini bagian dari semangat jiwa muda saya *jiyah *dibata :-D

Tapi-tapi, saya bener-bener pengen. Pengen ngedapetin ini. Ya Allah, bolehkah keinginan yang menggebu ini mencukupi alasan-Mu untuk mengabulkan harapanku? Ya Allah, saya pengen. Saya pengen. Saya pengen. Saya pengen. Saya pengen ya Allah.... Mohon kabulkan. Mohon wujudkan. Mohon. Mohon. Mohon.....

Our Holiday

Location : Kota Bumi
Dok by   : owner
Date       : 2013-03-27

Secercah Sinar Terang


Kemarin malam saya ngobrol sama kak Farah. Sampe rada gontok-gontokan gegara saya ngeyel sama harapan saya, yang kak Farah bilang imposible dan nggak mungkin banget ada di kehidupan nyata. Katanya, segala hal dalam hidup ini butuh pengorbanan. Sementara definisi "berkorban" antara saya dan kak Farah sedikit berbeda. Jadi kak Farah bilang, "Ya udah, cari sana sampe kemana juga kamu nggak bakal dapet. Dimana-mana kalo kamu mengharap sesuatu, harus ada pengorbanan. Sementara kamu diminta berkorban sedikit aja nggak mau."

Tapi saya keukeuh aja sama harapan saya. Karena buat saya, hidup emang butuh pengorbanan. Tapi manusia diberi akal untuk bisa memperhitungkan besar kecil pengorbanan, serta besar kecil kemungkinan pengorbanan tersebut sia-sia atau tidak. Nah, saya memilih untuk melakukan pengorbanan sesuai dengan besar peluang pengorbanan saya itu nggak sia-sia. Intinya, saya nggak mau rugi banyak dalam hidup.

Dan, guess what?! Hari ini saya menemukan secercah sinar terang atas tersedianya harapan saya dalam kehidupan nyata. Yang kata kak Farah imposible, nggak mungkin ada, alhamdulillah i got it in real life! It's real! Ini ada kak Farah. Ada! Iyeyyyyyyy ♥

Alhamdulillah, saya akan melakukan pengorbanan sesuai definisi saya kak! Nggak harus sebesar yang orang lain lakukan. Tapi, kali ini saya akan benar-benar memperjuangkan harapan saya! Doakan saya ya kak Farah :)

Jejak Cinta


Jejak cinta kita kini sudah hampir menghilang. Seiring waktu yang tak lelah berjalan. Tapi, kuharap kenangan itu tak kan hilang. Karena yang bisa kita lakukan sekarang hanyalah memutar ulang kenangan. 10 hari yang menghapus setahun. Kita tak pernah tahu masa depan akan membawa kita kemana. Akan seperti apa kita setelahnya...

Kota Bumi #2


Here we gooooooo......

Kota Bumi #1


Weekend kali ini bener2 long. Kamis, jum'at, sabtu, ahad. 4 hari! Jelas aja dong saya sekeluarga nggak nyia2in kesempatan libur panjang kayak gini. Udah sejak 2 pekan lalu kami ngerencanain trio sekeluarga ke Kota Bumi. Naik kereta. Yang punya ide tempat nyokap. Yang urus tiket saya. Yang urus konsumsi sista'. Well, we just wanna get some have fun there.
Sekarang saya masih di atas kereta menuju Kota Bumi. Zulfa dan Sofi lagi asyik lari sana-sini. Mungkin mereka merasa gerbong kereta ini sudah di booking sama orang tuanya. Haha
Terima kasih buat hot road yang tetep nyediain sinyal internet meski saya mobile gini :)
I'll take some pictures then. And I'll put it in the next posting, insyaAllah :)

Hitung Hitung Hitung


2013 to 2015.
Masa pengukuhan janji antara 3 angels yang lugu dengan semangat yang meluap-luap.
Kita lihat upaya kita. Serta takdir yang Allah tetapkan atas rencana kita bertiga.

2015.
Rina, Arfi, dan Haps. Berada dimanakah kita pada masanya? Akankah kita mendapati janji kita di depan mata kita bertiga? Semoga, Allah ridhoi terlaksananya planning kita.

2013.
Haps. Menghitung. Menghitung. Dan masih menghitung. 24 bulan waktuku! Ini upayaku! Rina, Arfi, kan kutagih janjimu! Jangan lupakan!

Wise More, More Wise


Segala dalam hidup ini berisi ketidakpastian bagi manusia. Tapi adalah hal yang jelas dan tegas bagi Allah sang Penentu segalanya. Dalam satu elemen dalam rukun iman, ada kewajiban untuk yakin pada takdir dari Allah subhanahuwata'ala. Baik takdir yang baik atau buruk. Baik itu takdir yang telah terjadi atau akan terjadi.

Sebagai bagian dari percaya kepada takdir adalah menganggap bahwa segala di dunia ini nggak ada yang kebetulan. Segalanya telah ditentukan. Jadi, baik, buruk, adalah keniscayaan dari Allah yang akan menghampiri setiap insan. Maka pantasnya, kita senantiasa melihat ketidakpastian itu sebagai sebuah "hadiah" dari Allah bagi kita.

Adapun kita sebagai insan, diharapkan terus berupaya sebagai bentuk ibadah kita pada-Nya.

Come on haps, be more wise. Apa pun yang terjadi kedepannya, segalanya telah ditentukan. Yakin saja. Adapun usaha yang kamu lakukan, itu antara kamu sama Allah. Nggak usah peduli orang bilang apa. Lanjut jalan saja, haps.

My process, my progress.... InsyaAllah!

First Chance


7 bulan. Apa yang bisa saya lakukan sampai hari itu tiba?

Kak Farah bilang, saya mungkin sudah bener2 nggak waras. Meyakini sesuatu yang tak pasti. Dia meyakinkanku untuk berhenti menyimpan keyakinan yang nggak masuk akal ini. Tapi entahlah, saya begini yakin saja. Mungkin memang saya yang kehilangan keseimbangan akal saya. Miring. Tapi, biarkan saja saya.

Sekitar 7 bulan kedepan saya sedang menunggu sesuatu yang nggak pasti. Bisa jadi terjadi, bisa jadi lain kali. Meski kak Farah mencak-mencak mengetahui saya seperti ini, tapi saya masih memegang keyakinan ini. Saya menganggap ini sebagai another treasure. Anggapan saya, saya seperti sedang menunggu pengumuman kuis. Apakah nama saya keluar sebagai penerima hadiah atau tidak. Harapan, pasti saya berharap dong. Tapi, saya santai saja menunggu nama siapa yang akan keluar disana.

Saya yakin Allah pemberi keputusan yang Paling Tepat. Allah lah Penentu. Saya ingin menyaksikan 3 peluang yang akan Ia berikan. Dan, kali ini saya hendak menunggu peluang pertama. 7 bulan waktu yang saya punya. Biarkan saya menggenggam keyakinan yang (mungkin) nggak masuk akal ini.

I Thought


Anak kedokteran ngerokok itu sama kayak anak gizi mengkonsumsi mie instan; kayak anak hukum naik motor tanpa helm dan no kaca spion; kayak anak polpem golput saat pemilu;
Trus, apa itu salah?? Maybe yes, maybe no.

Tapi kalo saya lihat, timpang aja. Terlepas dari pilihan hidup masing-masing individu how to choose the way of life, his/her own life, tapi... ada prinsip-prinsip dasar yang mau nggak mau melekat pada individu tersebut. Sebagai bagian dari apa yang telah mereka pilih untuk dijalani. Dan ketika itu dilanggar, orang lain akan melihat itu sebagai perusak keseimbangan. Jadi idealnya:

ANAK KEDOKTERAN ITU NGGAK NGEROKOK.
ANAK GIZI NGGAK MENGKONSUMSI MIE INSTAN.
ANAK HUKUM  SELALU TAAT PERATURAN LALU LINTAS.
ANAK POLPEM MEMILIH SERTA MENGKAMPANYEKAN WAKIL RAKYAT YANG PALING BAIK SAAT PEMILU.

Pelangi di Hatiku


Kau tahu, kata-katamu adalah semangat bagi jiwa lelahku. Mungkin kau sendiri bisa merasakan, bagaimana penatnya isi dada saya. Sehingga kata-kata yang keluar dari mulut saya berisi hal-hal bodoh semua. Hal-hal yang kau benci untuk kau dengar.Tapi kau dengan caramu telah memberitahuku bahwa saya nggak seharusnya. Bahwa saya bisa menaklukkan dunia sebagaimana biasanya. Bahwa, saya berharga!

Kau memang nggak memberiku kata-kata bohong pemanis telinga. Tapi, kejujuranmu mengungkapkan segalanya. Hal-hal yang sempat tersembunyi sekian lama, kini saya bisa melihatnya. Terimakasih teman. Karena kalian, saya begitu berharga. Terimakasih teman. Karena kalian mencintai saya apa adanya.

Krakatau 17 Maret 2013


Saya pernah jadi panitia. Nggak cuma sekali malah. Saya tahu gimana repotnya jadi panitia. Saya tahu betapa menjengkelkannya menghadapi peserta yang rese'. Saya tahu betapa menyebalkannya mengurusi peserta yang banyak maunya. Tapi, saya juga tahu kalo panitia emang dituntut untuk all out dalam meng-handle sebuah kegiatan. Saya tahu kalo panitia emang sudah seharusnya ekstra kerja keras demi terlaksananya acara dengan sempurna. Makanya, jengkel aja ngelihat panitia2 model manusia2 nggak berguna gitu. Yang tauknya cuma salaman kl ada pejabat datang. Yang tauknya cuma mejeng sambil pamer tas hermes, cincin dan gelang emas. Yang tauknya "udah, saya udah ngelaksanain tugas", padahal yg dilakuin cuma duduk2 santai sambil ngobrolin gadget baru. Idih, gitu kok dibilang panotia. Malu sama amplop yang diterima!
Ampun deh... Na'udzubillah!

Be Honest


Kapan sih kamu mau jujur ke saya? Apa saking mempesonanya saya, jadi kamu cukup bahagia hanya dengan menjadi secret admirer aja? Atau karena saking "modern"-nya saya, jadi kamu selalu minder untuk mendekat ke saya? Atau karena saya yang terlalu mendominasi jadi kamu takut kalah saing dari saya? Ahahaha, atau karena saking narsisnya saya, jadi kamu malas merapat ke saya?

Jujur saja, bilang kalo saya ini terlalu galak jadi kamu malas kena damprat.
Jujur saja, bilang kalau saya ini terlampau cerewet jadi kamu malas memulai diskusi dengan saya.
Jujur saja, bilang kalau saya ini terlampau konyol untuk kau dekati.
Jujur saja, bilang kalau saya ini "nggak banget" untuk ukuran seorang perempuan normal.

Tapi, kamu juga perlu jujur saja, bilang kalau kamu kagum padaku. Kamu juga perlu jujur saja, bilang kalau kamu ingin tahu lebih banyak tentang saya. Dan kamu juga hanya perlu jujur saja, bilang kalau kamu ingin lebih dekat dengan saya. Tanyakan semua tentang saya.

Usiamu masih muda banget. Jadi, jangan jadikan saya figur secara diam2. Tanyakan semua arahan. Kamu cantik, kamu baik. Kamu mungkin jauh lebih baik dari saya. Ayolah, jangan ikuti style saya diam-diam. Jujur saja...

Dislike


Banyak hal yang saya nggak suka.

Saya nggak suka kalau telpon saya diangkat orang lain.
Saya nggak suka kalau kotak sms saya dibuka-buka orang lain.
Saya nggak suka kalau tidur saya diganggu.
Saya nggak suka dengan koneksi internet yang lambat.
Saya nggak suka kalau lagi asyik cerita dan ditanggepin dengan datar.
Saya nggak suka kalau handuk saya dipakai orang lain. Kaos kaki juga.
Saya nggak suka disama-samain dengan orang lain.
Saya nggak suka dengan orang yang minder-an.
Saya nggak suka dengan orang yang ngerasa she/he can do anything by him/herself.
Saya nggak suka kalo privasi saya diganggu.

Mengigau


Aunty: Semalem kamu kenapa? Ketawa-tawa sendiri di kamar.
Me: Hah, jam berapa? Orang semalem saya ngantuk berat. Saya aja ketiduran di lantai saking nggak sadarnya.
Aunty: Ah, bohong kamu. Kamu nonton apa? Sms-an sama siapa? Apa OL semaleman?
Me: Enggak ih. Beneran saya tuh tidur. Apa saya ngigau? Mimpi apa yah saya semalem? *kemudian mengingat2...

¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤ ¤

Saya emang biasa ngigau dalam tidur. Nggak tiap saat sih, tapi lumayan sering. Terutama kalau saya kembali mengalami depresi klinis. Atau kadang kalau saya lagi capek. Atau juga beberapa kali kalo saya habis mendapatkan sebuah hal yang sangat mengesankan. Kenapa saya bisa tahu? Karena saya ngigau udah dari kecil. Dan keluarga saya selalu laporan tiap paginya. Pas saya udah agak gede juga, saya masih sering ngigau. Jadi, saya berusaha menganalisa penyebabnya. Atau mungkin sebenarnya karena saya memang kelewat cerewet kali yah. Bahkan, tidurpun saya tetap nggak bisa diam. Ahahahaha

Tapi, saya mengingat kembali tentang mimpi semalam. Seingatku, mimpi saya bukan hal yang menyenangkan. Bukan hal yang perlu ditertawakan. Mimpi saya lebih ke hal yang nonsense. Serius. Serius ngawur dan bukan saya banget. Tapi, itu juga bukan hal lucu. Malah, itu hal yang seharusnya dimaki. Tapi, kata aunty saya tertawa. Hahahaha...

Sepertinya saya ini sudah terlampau akut. Saya mengganti makian dengan tawa. Hebat yah Haps!

Bazar Buku Gramedia


Gramedia Bandar Lampung bakal ngadain bazar buku (garage sale) tanggal 8-12 bulan Maret ini. Nggak sabar banget pengen beli buku harga miring. Habis, sekarang buku mahal bener sih. 30an, 50an, bahkan buku CIA aja 200an. Apalagi buku hadits Imam Muslim, harganya 300an! Mahhal benerrrr.... Gimana mau beli lebih dari satu buku? Harus nggak jajan 2 bulan dulu??? :'(

Makanya, kl ada bazar buku tuh berasa berbunga-bunga gimana gitu. Meskipun katanya ada aja permainan selisih harga yang dikalasikan sebelum didiskon, tapi whatever lah. Seenggaknya harganya jadi lebih murah dari biasanya :-)

Sebelumnya, Gramedia Bandar Lampung udah pernah ngadain bazar buku awal tahun kemarin. Tapi, sayanya telat tau info. Jadi, duit udah habis, baru tau kl di Gramed ada bazar. Jadinya cuma beli satu buku. Itupun buku asal-asalan, bukan yang diniatin pengen dibeli.

Well, bazar buku gramedia kali ini, saya niat banget buat ngincer buku2 yang udah lama pengen dibeli. Gramedia, berbaikhatilah memasukkan buku2 toefl, buku dongeng untuk anak, dan TTS Kompas  dalam kategori diskon diatas 50% #ngarep :-D

Welcoming (Back) an Old Friend


Kita nggak bisa begitu saja mengabaikan orang-orang yang pernah hadir dalam hidup kita. Mengisi lembaran-lembaran hari kita. Meninggalkan jejak dalam ingatan bersama kenangan. Although he/she used to be our enemy.

Apalagi, jika case-nya he/she used to be our friend. Meski mungkin sempet ada kesalahpahaman. Meski mungkin pernah ada kekecewaan. Meski mungkin sempet ada kata yang nggak sempat tersampaikan. Tapi, yang namanya temen itu nggak bisa terabaikan begitu saja. Meski bertahun-tahun nggak pernah (lagi) ketemu, nggak mungkin lantas kita jadi orang yang nggak saling kenal. Padahal di kepala kita masih tersimpan kenangan2 semasa bareng.

Welcome back an old friend. We used to be a friend, but you're gone and things have changed. I'd like to tell you that life must go on, so just look up what we've done.

Quarter Life Dilemma


"Jujur yah, haps... Kamu ada perasaan gak sama dia?" Suaranya di seberang telepon terdengar serius sekali. Nggak ada ciee ciee seperti dia yang biasanya.

Saya, ngerasa lucu aja ngedenger pertanyaan itu ditujukan ke saya. Saya ngerasa pertanyaan itu sudah nggak jaman lagi untuk ditanyakan. Sudah 4 tahun lebih saya menaruh semua cinta dan sejenisnya jauh di dasar lubang hati saya. Saya berpikir, hidup nggak melulu harus bercerita tentang cinta sepasang kekasih. Dan saya bisa membuktikannya. 4 tahun terakhir ini, kisah hidup saya dipenuhi dengan rona persahabatan, segala tentang family time, dan beragam pengalaman2 seru yang saya dapatkan dari jalan2. Dan buat saya, itu sudah sangat cukup membuat hidup saya berasa sangat indah.

Saya memang bukan cewek abnormal yang nggak punya rasa sama cowok keren atau ikhwan sholih. Tapi, saya telah memilih untuk menikmati waktu saya tanpa terfokus pada perasaan2 kacau sebab gosip atau pendapat ngawur dari orang lain tentang definisi cinta. Saya hanya berpikir, jika masanya tiba, maka biar cinta merekah dengan sendirinya. Tanpa dikarbit atau dipaksa sebelum waktunya.

Jadi buat saya, bukan saatnya bertanya tentang apa yang saya rasa. Karena buat saya, cinta itu tersimpan rapat sampai pemilik sah-nya tiba. Untuk saat ini, rasio saya yang berbicara. Jika ia seorang yang baik agama dan akhlaknya, silahkan datang ke orang tua saya. Tapi kalo hanya salah satu atau bahkan keduanya tak ada, bagaimana mungkin saya bisa berbicara tentang rasa?

Me Time


Ada cinta di Jeneponto - Bantaeng

9-10 Februari 2013

Surprise #2


Ini tanggal 1 bulan 3. Seperti yang saya harapkan, seperti yang saya tulis 3hari lalu, saya benar2 mendapat kejutan besar. Saya gak bisa berhenti ketawa saat menceritakan ke teman2 terdekat saya. Bahwa saya gak mendapatkan apa yang saya harapkan. Tapi, ternyata Allah (mungkin) mengabulkan doa saya yang lain. Inilah momentum yang saya tunggu. Peristiwa "gak dipilih"-nya saya ternyata menjadi satu momentum bagi saya untuk kembali memperbaiki diri. Untuk kembali membenahi diri.

"Jangan cuma berpikir untuk membenahi fisik aja, haps. Tapi pikirkan juga bagaimana membenahi hati dan pikiran kamu." Saya mulai berkompromi dengan diri sendiri.

Baiklah. Saya akan memperbaiki kinerja saya. Saya akan kembali membenahi etos kerja saya. Baiklah. Ini jadi pelajaran berharga buat saya.

Terimakasih ya cewek2 kece yang udah ngebesarin hati saya dengan sms2nya yang kocak abis. Rina, kak Nenz, Kak Farah, dan Arfi. Terimakasih, karena saya berharga! Iyeyy :-)