Dia Tetanggaku


Ada yang mengelitik saya ketika sosok itu muncul dan cari perhatian. Fotonya bahkan dikirimkan ke rumah saya. Dia sedang tersenyum lebar sekali. Terlihat gigi2 putihnya. Tapi gak tau juga sih ya, kl dia pake fasilitas photoshop dan semacamnya.

Dia, seorang anggota DPRD Lampung yang hendak mencalonkan diri sebagai gubernur Lampung. Apa urusannya dengan saya? Saya orang yang mengkampanyekan untuk tidak memilihnya. Alasannya apa?? Well, dia tetangga saya. Saya akan memaparkan alasan untuk tidak memilihnya:

Sebagai salah satu warga di kelurahan saya, he careless too much dengan keadaan lingkungannya. Rumahnya sangat mewah. Mungkin, luasnya 3x rumah saya (tp sy gak pernah ngukur jg sih). Dan ada beberapa orang penjaga. Tapi anehnya, jalanan di depan dan samping rumahnya rusak parah dan gak pernah ada perbaikan. Jalanannya berlubang2 parah, yang selalu tergenang kala hujan.

Sangat aneh karena jalanan itu tepat di depan dan samping pintu pagar si bapak DPRD yg mencalonkan diri sbg gubernur itu. Dan, jalanan itu sudah rusak jauh lama, sebelum dia terpilih sebagai anggota DPRD. Well, Don't wanna fall at the same mistake dengan memilih org itu as gubernur Lampung. Big No.

Sekarang pikir deh. Untuk lingkungan depan rumahnya yang sangat dekat dengan matanya, itu saja he can't repair. Bagaimana mungkin dia mampu handle seluruh propinsi Lampung?!

Kami sekeluarga pernah nge-joke kalo pas kami melewati jalan berlubang di samping rumah bapak itu. Here's our joke:

Me: Mungkin bapak ini pergi subuh2 banget pulangnya tengah malem kali ya, mom. Jadi dia gak pernah lihat kondisi jalan di depan rumahnya ini.

Sista': Mobilnya bapak ini like a lemosin kali. Sangat nyaman di dalem sampe2 dia gak kerasa jalanan yg dilalui mobilnya itu berlubang parah.

Aunty: Bapak itu nginep di kantor terus dan gak pernah pulang. Jadi gak tau klo jalanan depan rumahnya perlu diperbaiki.

Heihooo... Jangan pilih calon gubernur Lampung yang adalah tetangga saya itu. Siapa orangnya? Tanya langsung ke saya.

2 komentar:

  1. pemimpin yang baik itu adalah yang bisa memimpin dirinya sendiri dalam kebaikan, kemudian memimpin keluarga-nya juga dalam kebaikan, lalu memimpin lingkungan skitarnya yang terdekat tentunya juga dalam kebaikan.....demikianlah seterusnya...dan ternyata kalau memang keluarganya dia perhatikan, tetapi lingkungannya ternyata diabaikan...tentulah dia itu bukanlah pemimpin yang baik...,
    dan soal pilihan itu kembali kepada orang-orang yang akan memilih, apakah pilih dia atau pilih yang lainnya....,
    salam hangat dari Makassar :)

    BalasHapus

Komentarnya masuk kotak penampungan dulu ya...

Just make sure saya baca satu persatu :-)