Another Part


"PERHATIIN DONG, NIKI. SAYA UDAH BERAPA KALI NGEJELASIN?! MASA SALAH TERUS?!"

"Haps, cooling down... Coo-ling dow-wn..." Aunty mencoba menenangkan saya yang sedari tadi teriak-teriak tak terkendali.

"She's just already pulled my patience, aunt."

"And you must be forgot that she's just a seven years old girl, haps."

Saya menatap gadis cilik yang sedang menulis di hadapan saya. Tidak menangis, hanya sedikit ketakutan.

Hhah.. Saya menghela nafas. "Bukan begitu, Niki..." Saya menurukan intonasi suara saya. Mengambil pensil, dan menjelaskan sekali lagi dengan nada awal sebelum saya marah2 seperti tadi. Lalu saya melanjutkan, "... Coba perhatikan saya. Ini caranya begini. Lingkarannya kecil aja. Trus, keatas dulu, baru bikin lengkung huruf C. Garis ini gak boleh disambung. Ayo, Niki buat lagi."

Seolah bersikap kooperatif, bocah di depan saya tadi segera melaksanakan instruksi saya. Alhamdulillahnya, kali ini dia sudah gak salah lagi. Dia berhasil membuat huruf C dalam format halus kasar (tegak bersambung or whatsoever the name).

Bocah itu menutup buku dan memasukkannya kedalam tas setelah menuliskan beberapa kalimat yang saya berikan di bukunya. Saya lalu merebahkan badan di lantai. Sambil meremas kepala, sedikit menjambak rambut saya. Entahlah, sudah dua hari ini perasaan saya gak enak. Mood saya sedang berada pada titik paling bawah...

Sore, rain outside my window pouring down...

1 komentar:

Komentarnya masuk kotak penampungan dulu ya...

Just make sure saya baca satu persatu :-)