First Chance


7 bulan. Apa yang bisa saya lakukan sampai hari itu tiba?

Kak Farah bilang, saya mungkin sudah bener2 nggak waras. Meyakini sesuatu yang tak pasti. Dia meyakinkanku untuk berhenti menyimpan keyakinan yang nggak masuk akal ini. Tapi entahlah, saya begini yakin saja. Mungkin memang saya yang kehilangan keseimbangan akal saya. Miring. Tapi, biarkan saja saya.

Sekitar 7 bulan kedepan saya sedang menunggu sesuatu yang nggak pasti. Bisa jadi terjadi, bisa jadi lain kali. Meski kak Farah mencak-mencak mengetahui saya seperti ini, tapi saya masih memegang keyakinan ini. Saya menganggap ini sebagai another treasure. Anggapan saya, saya seperti sedang menunggu pengumuman kuis. Apakah nama saya keluar sebagai penerima hadiah atau tidak. Harapan, pasti saya berharap dong. Tapi, saya santai saja menunggu nama siapa yang akan keluar disana.

Saya yakin Allah pemberi keputusan yang Paling Tepat. Allah lah Penentu. Saya ingin menyaksikan 3 peluang yang akan Ia berikan. Dan, kali ini saya hendak menunggu peluang pertama. 7 bulan waktu yang saya punya. Biarkan saya menggenggam keyakinan yang (mungkin) nggak masuk akal ini.

1 komentar:

  1. You'll never know till you've try, Tuhan mungkin tidak selalu memberikan yg kita inginkan tapi Dia selalu memberi yg kita butuhkan.

    BalasHapus

Komentarnya masuk kotak penampungan dulu ya...

Just make sure saya baca satu persatu :-)