Catatan Ramadhan (Last Part)

Sepertinya ini adalah catatan terakhir yang bisa saya post di bulan Ramadhan ini. Terlalu banyak pelajaran yang saya dapat sebenarnya. Bukan karena saya pelit untuk membaginya, hanya saja, terkadang kita memang tidak bisa membaginya, bukan karena tak ingin, tapi karena tak bisa.

Hai ini saya baru saja touch down di Grandma's village. Ada perasaan lain yang dirasakan orang-orang yang mudik. Dan sensasi ini tak pernah dirasakan orang yang tak punya kampung. Ada perasaan senang, bahagia, dan kenangan-kenangan yang terlalu lama disimpan muncul kembali.


Jika sesuai rencana, mungkin seminggu lebih saya akan memanfaatkan momen pulang kampung ini. Terlalu banyak rencana. Saya hendak berkunjung ke Salatiga, bertemu teman-teman SMA saya. Saya juga ingin makan bakso pak Ugeng yang dulu jadi langganan saya. Saya juga ingin naik gunung Merbabu lagi. Saya mungkin juga ingin mampir ke terminal Salatiga dan minum es Jawa disana. Saya juga ingin lagi ke lapangan Pancasila dan makan batagor disana. Saya mungkin akan mampir ke SMA saya. Saya mungkin juga akan putar-putar kota salatiga. Terlalu banyak keinginan saya.

Sepertinya, akhir ramadhan menjadi momen yang menggairahkan dengan segudang kenangan. Hanya saja, ada rasa sedih di ujung hati ini. Karena semalam saya gak melaksanakan tarawih. Saya menyesalkan, kenapa tarawih saya harus terganggu dengan adanya mudik ini. Saya berusaha, tapi memang ada hal-hal diluar kendali kita. Ya Allah, saya menyesal. Semoga engkau mengampuni.

Saya juga menyesal, di balik segudang kebahagiaan yang saya rasakan, kesempatan untuk berdua dengan-Nya terganggu. Tak ada waktu buat saya bermunajat dengan-Nya melalui lail-lail saya. 2 hari, dan itu di malam terakhir sebelum Ramdhan benar- benar pergi. Sepertinya, saya tak bisa mengharap lebih dari Allah menerima ibadah saya yang seadanya. Ya Allah, jangan runtuhkan semangat saya.

Well, ini lah catatan Ramadhan terakhir saya yang isinya hanya curhatan saya yang semoga saja bisa diambil manfaatnya.

Taqabbalallahu minna wa minkum
Selamat Idul Fitri 1433 H


Purwodadi, 17 Agustus 2012

4 komentar:

  1. huappy ied... hihihi

    semoga kita suci kembali. salam juga ya buat kakek, nenek, bapak, ibu, encang, encing, dan paklik-bulik :DD

    BalasHapus
    Balasan
    1. happy ied juga.. walau telat banget saya ngebalesnya. ahahahahaha V(^^)

      Hapus
  2. taqabbalallahu minna wa minkum
    met idul fitri 1433 Hijriyah
    maaf lahir batin ya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. taqabbal yaa kariim... thanks buat kunjungan baliknya :)

      Hapus

Komentarnya masuk kotak penampungan dulu ya...

Just make sure saya baca satu persatu :-)